SEJARAH DESA

Sejarah Desa Clarak

📜 gtygtSejarah Desa Clarak – Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo

1. 🌾 Asal Usul Nama “Clarak”

Nama Clarak diyakini berasal dari kata “tlatar / clatar”, istilah Jawa kuno yang berarti lahan datar dan berair atau tanah dataran yang sering tergenang.
Pada masa dahulu, daerah ini merupakan hamparan lahan datar yang dialiri oleh beberapa sungai kecil dan irigasi alami yang menghubungkan wilayah Dringu – Kedungdalem – Leces.

Dalam perkembangan pelafalan masyarakat, kata tlatar → clatar → clarak, dan menjadi nama tetap desa hingga sekarang.

Sebagian warga tua juga menyebutkan legenda bahwa Clarak dulu merupakan kawasan “puncak air” (tempat mengalirnya air irigasi dari wilayah selatan ke utara), sehingga nama Clarak erat dengan air dan pertanian.

2. 🏞️ Masa Awal Pemukiman (Era Kerajaan Majapahit – Abad 14–15)

Wilayah Probolinggo bagian tengah, termasuk Clarak, sudah menjadi pemukiman agraris sejak masa Majapahit.
Beberapa bukti historis:

Sistem irigasi tradisional di Clarak sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Daerah Clarak merupakan lumbung pertanian yang memasok hasil sawah ke pesisir utara (Dringu & Mayangan).

Jalur dari Leces – Dringu – Probolinggo sudah menjadi jalur logistik Majapahit.

Wilayah ini awalnya hanya berupa pedukuhan kecil, dihuni beberapa kelompok petani yang membuka ladang di sekitar aliran air.

3. 🇳🇱 Masa Kolonial Belanda

Pada zaman kolonial, Clarak berada dalam wilayah Afdeeling Probolinggo. Catatan Belanda menyebut daerah ini sebagai:

Kawasan pertanian produktif

Dekat dengan jalur utama Probolinggo – Lumajang

Memiliki persawahan luas yang diairi dari Sungai Kedunggaleng dan irigasi buatan

Belanda membangun beberapa infrastruktur penting:

Saluran irigasi (banyak masih digunakan hingga sekarang)

Jalan penghubung desa yang menghubungkan Clarak – Tigasan – Leces

Pembagian blok lahan sawah yang menjadi dasar peta desa masa kini

Kawasan ini berkembang menjadi kampung agraris mapan, dihuni oleh masyarakat Jawa pesisir dan Madura.

4. 🇮🇩 Masa Kemerdekaan (1945–1970)

Setelah kemerdekaan, Clarak resmi ditetapkan sebagai desa administratif dalam wilayah Kecamatan Leces.

Ciri perkembangan masa itu:

Kepala desa pertama dipilih melalui musyawarah desa

Rumah-rumah tradisional kayu mulai diganti tembok

Irigasi sawah diperbaiki kembali setelah kerusakan akibat masa perang

Pertanian menjadi mata pencaharian utama:

padi

jagung

ketela

cabai

Penduduk bertambah karena banyak pendatang menetap di Clarak akibat tanahnya subur

Clarak semakin dikenal sebagai desa sentra padi di wilayah Leces bagian utara.

5. 🧭 Perkembangan Wilayah Modern (1970–sekarang)

1970–1990

Jalan desa mulai diaspal

Fasilitas sekolah dasar dibangun

Terjadi pemekaran dusun karena jumlah penduduk meningkat

Pertanian menjadi semakin modern dengan penggunaan pupuk dan mesin pertanian

1990–2010

Clarak berkembang menjadi desa permukiman karena banyak warga bekerja di industri Leces dan Kota Probolinggo

Akses listrik, telepon, dan air bersih semakin merata

Jalan Clarak menjadi jalur alternatif menuju pusat Kecamatan Leces

2010–sekarang

Pertumbuhan perumahan baru (rumah hunian & kavling)

Munculnya banyak UMKM, toko rumahan, dan usaha kuliner

Internet dan digitalisasi desa mulai berkembang

Infrastruktur desa semakin lengkap (balai desa, sekolah, posyandu, jalan paving, drainase)

Clarak kini dikenal sebagai:

Desa pertanian produktif

Pusat permukiman yang berkembang cepat

Desa strategis penghubung Dringu – Kedungdalem – Leces

6. 👨‍👩‍👧‍👦 Karakter Sosial-Budaya

Penduduk Desa Clarak mayoritas bersuku Jawa Pesisir dengan campuran Madura.
Budaya-budaya lokal yang masih hidup:

Tahlilan

Sedekah bumi / bersih desa

Gotong-royong irigasi (babar blas / kerja bakti saluran air)

Rebana & hadrah

Tradisi panen (mbediding / selamatan panen)

Clarak hingga kini tetap mempertahankan identitasnya sebagai desa agraris yang religius dan guyub.

PERANGKAT DESA